Edukasi Aja Gak Cukup! Ini Rahasia Engagement Lewat Interaksi
Jasa Digital Marketing Surabaya – Edukasi Aja Gak Cukup! Ini Rahasia Engagement Lewat Interaksi Pernah nggak sih kalian merasa sudah bikin konten yang sangat bermanfaat, riset berjam-jam, desainnya cakep, tapi pas di-upload malah sepi penonton? Di sisi lain, kalian lihat ada kreator yang cuma rekam video sambil makan sambil jawab pertanyaan santai dari netizen, tapi penontonnya malah jutaan. Momen ini seringkali bikin kita jadi bertanya-tanya, apa yang sebenarnya dicari oleh audiens? Nah, di sinilah banyak dari kalian yang mungkin terjebak dalam mitos bahwa konten media sosial harus selalu bersifat edukatif atau memberikan “daging” informasi. Padahal, nama platformnya saja sudah media sosial. Kata kuncinya bukan pada “media” saja, namun juga perlu memperhatikan “social”nya. Kenapa Edukasi Saja Mulai Terasa Membosankan? Jujur saja, saat ini kita sedang berada di era saturasi informasi. Semua orang bisa jadi ahli dalam semalam berkat bantuan teknologi. Jika akun kalian hanya berisi tutorial, tips, dan trik yang kaku, lama-lama audiens akan merasa sedang berada di dalam ruang kelas yang sunyi. Edukasi memang membangun kredibilitas dan membuat kalian terlihat pintar, tapi edukasi saja tidak membangun kedekatan. Edukasi Aja Gak Cukup! Ini Rahasia Engagement Lewat Interaksi. Audiens zaman sekarang sudah mulai bosan dengan konten yang terlalu “dipoles”. Mereka tidak butuh guru yang berdiri di podium tinggi, mereka butuh teman bicara atau bisa dibilang teman curhat. Di sinilah strategi interaksi masuk sebagai pahlawan bagi konten kalian. Kekuatan Ajaib di Balik Video Balasan (Video Reply) Salah satu bentuk interaksi paling ampuh yang bisa kalian coba adalah membalas komentar audiens menggunakan video. Mungkin kalian pikir ini hal sepele, tapi dampaknya luar biasa. Mengapa? Pertama, ada faktor pengakuan psikologis. Saat kalian mengambil komentar seseorang dan menjadikannya sebuah video baru, orang tersebut akan merasa sangat dihargai. Dan tebak apa yang terjadi? Penonton lain juga akan berlomba-lomba berkomentar dengan harapan pertanyaan mereka juga akan kalian angkat. Ini adalah cara paling alami untuk meledakkan jumlah komentar di konten kalian. Kedua, konten interaksi seperti ini menunjukkan sisi kemanusiaan kalian. Audiens bisa melihat ekspresi wajah kalian, mendengar nada bicara secara spontan, dan menyadari bahwa ada manusia nyata di balik akun tersebut. Hal ini menciptakan kepercayaan (trust) yang jauh lebih kuat dibandingkan sekadar gambar teks yang indah. Edukasi Aja Gak Cukup! Ini Rahasia Engagement Lewat Interaksi. Selain Video, Ini Cara Lain Ajak Audiens Ngobrol Kalau kalian mungkin sedang tidak sempat membuat video balasan, jangan khawatir. Masih banyak cara lain untuk tetap berinteraksi tanpa harus selalu mengajar: Gunakan Fitur Polling: Ajak audiens memilih hal-hal sederhana. Misalnya, “Tim kopi manis atau kopi pahit?” Orang suka memberikan pendapat dengan sekali klik. Sesi Q&A (Tanya Jawab): Gunakan stiker pertanyaan. Jawabannya tidak harus selalu video, namun bisa berupa teks di atas foto estetik atau sekadar membagikan opini audiens yang menarik. Tunjukkan Balik Layar (Behind the Scenes): Perlihatkan proses kalian bekerja atau bahkan kegagalan saat syuting. Konten yang jujur dan tidak sempurna justru seringkali lebih disukai karena terasa nyata. Apresiasi Audiens (Shoutout): Jika ada audiens yang mempraktikkan tips kalian, bagikan ulang (repost) di Story. Ini adalah cara terbaik membuat mereka merasa menjadi bagian dari perjalanan kalian. Algoritma Suka Keramaian Edukasi Aja Gak Cukup! Ini Rahasia Engagement Lewat Interaksi. Dari sisi teknis, algoritma media sosial sangat menyukai “percakapan”. Video balasan menciptakan rantai konten yang berkesinambungan. Penonton yang melihat video balasan kalian biasanya akan penasaran dan mencari video aslinya. Hal ini meningkatkan waktu tonton (watch time) dan membuat akun kalian dianggap sangat aktif oleh sistem. Bayangkan jika kalian hanya membalas komentar dengan ketikan teks “Terima kasih”. Percakapan selesai di sana. Tapi jika kalian membalasnya dengan video—apalagi jika dibumbui sedikit humor atau cerita unik—maka kalian baru saja menciptakan panggung baru untuk orang-orang berdiskusi kembali di kolom komentar yang baru. Mulailah Mengobrol, Bukan Sekadar Mengajar Edukasi adalah cara agar orang tahu siapa kalian, tapi interaksi adalah alasan mengapa orang loyal mengikuti kalian. Jangan takut untuk terlihat tidak sempurna. Jangan takut untuk membalas komentar receh atau sekadar menjawab sapaan audiens lewat video singkat. Jadi, coba cek kolom komentar kalian sekarang. Ada pertanyaan menarik? Ada curhatan penonton? Jangan cuma di-like. Tekan tombol “reply with video”, sapa mereka, dan mulailah membangun komunitas kalian dari sebuah percakapan sederhana. Karena pada akhirnya, orang bertahan di media sosial bukan karena mereka ingin pintar saja, tapi karena mereka ingin terhubung dengan kalian. Perlu strategi digital marketing untuk bisnis? Hubungi kami sekarang! KLIK DISINI UNTUK INFORMASI JASA DIGITAL MARKETING KAMI Strategi konten media sosial, Engagement media sosial, Interaksi audiens, Cara menaikkan engagement, Fitur video reply TikTok/Reels, strategi bisnis di social media, digital marketing, strategi digital marketing,
Edukasi Aja Gak Cukup! Ini Rahasia Engagement Lewat Interaksi Read More »


