qoyyum digital

Apa Itu Content Pillar & Contohnya di Social Media Marketing

Apa Itu Content Pillar & Contohnya di Social Media Marketing

Jasa Digital Marketing Surabaya – Apa Itu Content Pillar & Contohnya di Social Media Marketing Membangun brand image di media sosial membutuhkan strategi dan perencanaan konten yang sesuai dengan tujuan bisnis.Jika konten yang dibuat terlalu jauh dari citra brand yang ingin dibangun, audiens bisa merasa bingung mengenai bisnis Anda. Maka dari itu, penting bagi bisnis untuk memahami apa itu content pillar sebelum mulai membuat strategi konten.  Content pillar adalah sebuah fondasi dalam menyusun strategi social media marketing. Tujuannya adalah agar pembuatan konten media sosial tetap terarah dan konsisten. Dengan begitu, audiens akan lebih mudah memahami bisnis yang dijalankan oleh akun tersebut.  Simak artikel ini agar lebih memahami apa itu content pillar dan contoh pilar yang digunakan dalam akun bisnis media sosial. Apa itu Content Pillar? Content pillar adalah fondasi atau dasar topik yang akan digunakan untuk pembuatan konten media sosial pada bisnis maupun personal branding. Content pillar biasanya ditentukan sejak awal perencanaan strategi media sosial agar proses pembuatan konten memiliki arah yang jelas. Dengan mengetahui pilar konten yang digunakan, dapat memudahkan pembuatan konten agar konsisten dan relevan bagi audiens. Selain itu, pilar konten yang tepat juga bermanfaat untuk mengevaluasi performa konten dengan lebih mudah. Contoh Content Pillar Social Media Marketing Apa Itu Content Pillar & Contohnya di Social Media Marketing. Umumnya bisnis menggunakan 3-4 pilar dalam strategi social media marketing yang dibangun. Apa saja? Educational (Edukasi) Pilar konten ini menjadi topik besar yang bermanfaat untuk audiens dan pemilik bisnis. Pilar konten edukasi bertujuan memberikan informasi, wawasan, atau nilai yang bermanfaat bagi audiens.  Konten yang memiliki nilai adalah konten yang disukai oleh audiens. Namun, audiens dapat kehilangan minat jika konten edukasi disampaikan terlalu kaku atau tidak relevan dengan kebutuhan mereka.  Contoh konten pada pilar konten edukasi :  Konten How-to  Konten Mitos vs Fakta Konten FAQ Promotion (Promo) Sesuai namanya, pilar konten ini bertujuan untuk mempromosikan produk atau jasa melalui media sosial. Konten ini biasanya menginfokan keunggulan produk maupun jasa dengan cara yang semenarik mungkin. Tantangan terbesar pada pilar ini adalah menyampaikan informasi produk dengan cara yang menarik. Hal ini karena audiens cenderung kurang menyukai konten promosi yang terlalu hard selling. Maka dari itu, diperlukan strategi konten yang tepat juga dalam pembuatan konten. Contoh konten yang digunakan pada pilar konten promotion :  Konten Behind The Scene Launching Produk Promosi tanggal kembar Entertain (Hiburan) Agar brand bisa lebih dekat dengan audiens, pilar konten entertain menjadi wadah untuk brand bisa berinteraksi dengan audiens. Karena semakin tinggi tingkat interaksi audiens kepada brand, maka brand akan lebih mudah dikenal oleh audiens. Audiens paling suka dengan konten hiburan yang relevan dengan mereka. Dari situ hubungkan konten hiburan dengan relevansi terhadap bisnis agar tetap menggambarkan citra brand dari konten hiburan tersebut. Contoh konten pada pilar konten entertain :  Konten POV Meme yang berhubungan dengan brand seperti Konten Netflix Inspiring (Menginspirasi) Pilar konten inspiring bertujuan membangun hubungan emosional antara brand dan audiens. Kedekatan emosional penting dibangun agar audiens merasa lebih dekat dan memiliki keterikatan dengan brand.  Untuk meningkatkan kedekatan emosional tersebut, dapat menggunakan konten storytelling tentang pengalaman sebuah brand maupun pelanggan tentang suatu topik tertentu. Contoh konten pada pilar inspiring :  Cerita Testimoni Pelanggan Cerita Perjuangan Tim atau Founder    Cara Menentukan Content Pillar Yang Tepat Pada Bisnis Content pillar harus disesuaikan dengan tujuan strategi konten yang ingin dicapai oleh bisnis. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan strategi social media marketing yang matang agar content pillar yang dibangun benar-benar sesuai dengan kebutuhan bisnis. Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan agar mengetahui pilar konten apa saja yang bisa digunakan,  Pahami siapa target audiens bisnis Anda Lakukan riset kompetitor dan bagaimana pilar yang dipakai Sesuaikan dengan platform media sosial Terapkan pada kalender konten   Kesimpulan Content pillar adalah fondasi penting dalam strategi social media marketing yang membantu bisnis membuat konten secara lebih terarah, konsisten, dan relevan dengan target audiens. Dengan menentukan pilar konten sejak awal, proses pembuatan konten menjadi lebih mudah karena setiap ide yang dibuat tetap sesuai dengan tujuan dan citra brand yang ingin dibangun. Umumnya, bisnis menggunakan beberapa jenis content pillar seperti edukasi, promosi, hiburan, dan inspirasi untuk menciptakan variasi konten yang seimbang. Dengan kombinasi pilar konten yang tepat, bisnis dapat membangun engagement, meningkatkan brand awareness, serta memperkuat hubungan dengan audiens di media sosial. Ingin media sosial bisnis Anda lebih konsisten, relevan, dan mampu membangun brand awareness yang kuat? Priorads sebagai penyedia layanan Social Media Marketing Surabaya siap membantu menyusun content pillar, strategi konten, dan pengelolaan media sosial yang sesuai dengan target audiens bisnis Anda. Konsultasikan kebutuhan digital marketing Anda bersama tim Priorads dan optimalkan potensi media sosial untuk mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.  KLIK DISINI UNTUK INFORMASI JASA DIGITAL MARKETING KAMI apa itu content pillar,  contoh content pillar, cara menentukan content pillar, strategi konten, strategi social media marketing, social media marketing surabaya,

Apa Itu Content Pillar & Contohnya di Social Media Marketing Read More »

Mau Brand Awareness Meningkat_ Social Media Marketing Solusinya!

Mau Brand Awareness Meningkat? Social Media Marketing Solusinya!

Jasa Digital Marketing Surabaya – Mau Brand Awareness Meningkat? Social Media Marketing Solusinya! Di era digital ini, bisnis memerlukan strategi digital marketing agar dapat dikenal dan digunakan oleh target konsumen. Sebagus apapun suatu produk ataupun jasa yang ditawarkan, akan sulit diketahui konsumen bila tidak membangun brand awareness melalui media sosial. Agar mendapatkan brand awareness di media sosial, tidak cukup hanya memiliki akun bisnis di media sosial. Brand perlu menciptakan interaksi secara konsisten untuk membangun hubungan dan kepercayaan agar audiens dapat mengingat brand tersebut. Karena itu, strategi social media marketing menjadi solusi yang tepat untuk bisnis membangun brand awareness. Pada artikel ini, akan membahas bagaimana social media marketing dapat meningkatkan brand awareness. Apa Itu Social Media Marketing? Social media marketing atau pemasaran media sosial adalah strategi memasarkan suatu brand, produk, maupun jasa melalui media sosial untuk membangun persepsi, kesadaran dan interaksi antar brand dengan audiens. Mau Brand Awareness Meningkat? Social Media Marketing Solusinya! Sosial media marketing bukan hanya sekedar membuat konten untuk brand. Untuk membangun awareness yang tepat sasaran, bisnis memerlukan strategi social media marketing yang disesuaikan dengan kondisi dan tujuan bisnis.  Strategi tersebut mencakup pemahaman target audiens dan bisnis, perencanaan konten dan pemilihan platform hingga evaluasi performa kampanye konten. Jika dijalankan tanpa arah strategi social media marketing akan sulit memberikan dampak maksimal terhadap brand awareness bisnis.  Baca juga : Strategi Social Media Management untuk Konten yang Relevan Bagaimana Social Media Marketing Meningkatkan Brand Awareness? Menjangkau Target Audiens yang Lebih Luas  Media sosial digunakan oleh jutaan orang di berbagai daerah. Konten yang diunggah di media sosial dan dioptimasi sesuai dengan target audiens memiliki peluang untuk menjangkau audiens tanpa batas lokasi.  Dengan strategi social media marketing yang tepat, brand dapat menjangkau target audiens yang berada jauh sekalipun sehingga dapat meningkatkan visibilitas brand lebih luas. Semakin sering audiens melihat konten brand Anda, semakin besar peluang brand tersebut diingat oleh audiens.  Membentuk Identitas Brand dengan Konten Yang Konsisten Pesan dan visual yang dibangun di media sosial akan menjadi identitas brand yang akan diingat oleh audiens.Audiens dapat mengenali brand dari gaya komunikasi, desain visual, warna, logo, hingga gaya penulisan caption yang digunakan secara konsisten. Saat audiens membutuhkan produk atau jasa, mereka cenderung mengingat brand yang sudah sering muncul dan membangun persepsi yang kuat di benak mereka.  Membangun Kedekatan dan Interaksi dengan Audiens Media sosial adalah tempat audiens berinteraksi dan berkomunikasi. Jika brand hanya memberikan pesan satu arah, audiens tidak ingin mengenal lebih jauh tentang brand tersebut. Maka dari itu, brand perlu menjadi lebih “manusiawi” dan aktif berinteraksi dengan target audiens.  Dengan strategi social media marketing, hal ini bisa diupayakan melalui strategi pembuatan konten yang lebih engaging serta membangun komunikasi dengan membalas komentar maupun DM dari audiens. Interaksi yang dibangun akan membentuk kepercayaan sehingga brand dapat diingat dibenak audiens. Memanfaatkan Efek Viralitas dan Share Konten Konten viral perlu dirancang dengan strategi yang sesuai dengan target audiens. Jika konten yang dibentuk relatable, edukatif, atau menghibur, audiens akan sukarela melakukan share, like, dan comment. Konten dengan interaksi tinggi juga memiliki kesempatan lebih besar untuk didistribusikan oleh algoritma media sosial sehingga dapat menjangkau lebih banyak orang. Semakin banyak konten dibagikan oleh audiens, semakin besar pula peluang brand awareness meningkat.. Kesalahan Social Media Marketing Pada Bisnis Mau Brand Awareness Meningkat? Social Media Marketing Solusinya! Banyak bisnis yang telah hadir di media sosial untuk mengenalkan brand kepada target konsumennya. Namun, banyak bisnis yang masih belum berkembang walau telah melakukan digital marketing dengan strategi social media marketing.  Berikut beberapa kesalahan yang sering dilakukan bisnis saat memasarkan brand di media sosial: Hanya Fokus Jualan Tidak Memiliki Target Audiens yang Jelas Posting Tidak Konsisten Tidak Mengikuti Perkembangan Tren Media Sosial Mengabaikan Engagement Audiens Peran Jasa Social Media Marketing Surabaya Pada Bisnis Bisnis apapun di era saat ini memerlukan media sosial sebagai media pemasarannya. Jika bisnis tidak memiliki media sosial akan menjadi bisnis yang tidak terlihat oleh masyarakat. Namun, mengelola media sosial sekaligus mengelola operasional bisnis secara bersamaan merupakan tantangan para pebisnis.  Di sinilah peran jasa social media marketing Surabaya dapat membantu bisnis untuk mengembangkan pemasarannya lewat strategi social media marketing yang tepat. Dengan layanan jasa social media marketing, bisnis akan dibantu dalam merancang strategi konten yang lebih terarah sesuai target audiens dan tujuan bisnis. Selain itu, pengelolaan media sosial yang profesional dapat memudahkan bisnis untuk membuat kampanye marketing dan mengikuti tren media sosial yang terus berkembang.  Bisnis lokal juga dapat merasakan manfaat dari strategi social media marketing Surabaya. Meskipun hanya menargetkan area tertentu, media sosial tetap dapat membantu meningkatkan visibilitas bisnis dan membuka peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas di masa depan.  Kesimpulan Social media marketing merupakan strategi digital marketing yang ampuh untuk membangun brand awareness. Namun, tanpa strategi yang tepat, konten bisnis akan sulit bersaing di tengah padatnya informasi di media sosial. Social media marketing membantu bisnis mengelola konten secara lebih konsisten, terarah, dan relevan dengan target audiens. Dengan strategi dan pengelolaan media sosial yang optimal, media sosial tidak hanya dapat membantu meningkatkan brand awareness, tetapi juga dapat mengembangkan bisnis dengan lebih efektif. Jika bisnis Anda ingin tampil lebih konsisten, profesional, dan mudah dikenal di media sosial, Priorads siap membantu melalui Strategi Social Media Marketing yang terarah sesuai kebutuhan bisnis Anda.  KLIK DISINI UNTUK INFORMASI JASA DIGITAL MARKETING KAMI Bagaimana Social Media Marketing Meningkatkan Brand Awareness, Social Media Marketing, Jasa Social Media Marketing Surabaya, strategi social media marketing, kelola konten media sosial,

Mau Brand Awareness Meningkat? Social Media Marketing Solusinya! Read More »

SEO Media Sosial Cara Agar Ditemukan di Instagram dan TikTok

SEO Media Sosial: Cara Agar Ditemukan di Instagram dan TikTok

Jasa Digital Marketing Surabaya – SEO Media Sosial: Cara Agar Ditemukan di Instagram dan TikTok Sebelum 2026, banyak digital marketer menjalankan SEO dan Sosial Media Marketing sebagai dua hal yang sangat berbeda. SEO menjadi strategi digital marketer untuk mengoptimasi website pada mesin pencari tradisional seperti Google. Sementara, Sosial Media Marketing berfokus pada strategi marketing di jejaring sosial. Keduanya seperti tidak dapat dilakukan bersamaan, bukan? Tetapi, di era sekarang terdapat pergeseran yang membuat kedua strategi tersebut bertemu. Saat ini, konsumen menggunakan media sosial seperti mesin pencari. Mereka memanfaatkan bilah pencarian yang terdapat pada media sosial untuk menemukan informasi, ulasan, hiburan, dan inspirasi. Maka dari itu, media sosial saat ini dapat dioptimasi dengan strategi seperti SEO. Hal ini dilakukan agar bisnis semakin mudah ditemukan di media sosial, seperti Instagram dan TikTok. Strategi ini disebut SEO Media Sosial. Pada artikel ini akan membahas bagaimana cara agar bisnis dapat ditemukan di Instagram dan Tiktok dengan SEO Media Sosial. Apa itu SEO Media Sosial? SEO Media Sosial adalah strategi digital marketing dengan mengoptimasi akun maupun konten media sosial agar dapat ditemukan pada fitur pencarian di platform media sosial seperti Instagram dan TikTok. Sekilas, SEO Media Sosial mirip dengan SEO tradisional. Lalu, apa bedanya SEO Media Sosial dan SEO tradisional? SEO tradisional mengoptimasi website melalui keyword, meta deskripsi, hingga backlink agar mendapat ranking di mesin pencari Google. Sedangkan, SEO Media Sosial mengoptimasi caption, bio deskripsi, audio caption hingga isi konten visual untuk meningkatkan visibilitas konten dan akun bisnis pada media sosial. Baca Juga : Bukan hanya Soal Keyword! Ini dia Strategi Optimasi SEO di 2026 Saat ini, konsumen lebih banyak melakukan pencarian di media sosial. Algoritma media sosial akan menampilkan konten maupun akun media sosial yang relevan dengan kata kunci pencarian yang mereka cari. Hal ini menunjukkan bahwa penting bagi bisnis untuk melakukan SEO Media Sosial dalam strategi digital marketing. Kenapa Bisnis Sulit Ditemukan di Instagram & TikTok? Salah satu tantangan bisnis yang telah menggunakan Instagram dan TikTok adalah kesulitan dalam meningkatkan visibilitas akun. Banyak bisnis yang telah memiliki akun media sosial, tetapi masih sulit ditemukan oleh target audiens. Jadi, kenapa konten Anda tidak muncul di media sosial target audiens Anda? Ada beberapa alasan konten dan akun Instagram dan TikTok bisnis Anda kesulitan untuk ditemukan oleh konsumen, yaitu: Tidak Menggunakan Keyword yang Tepat Caption dan Bio Tidak Dioptimasi Engagement Rendah Konten Tidak Sesuai Search Intent Tidak Konsisten Upload Konten Cara Agar Bisnis Ditemukan di Instagram dan TikTok SEO Media Sosial: Cara Agar Ditemukan di Instagram dan TikTok. Setelah mengetahui penyebabnya, disinilah SEO Media Sosial membantu meningkatkan visibilitas bisnis. Anda bisa melakukan optimasi konten media sosial yang sesuai untuk target audiens Anda. Ada beberapa cara agar bisnis Anda dapat ditemukan di sosial media Optimasi Nama Akun dan Bio Deskripsi Gunakan nama akun yang jelas dan mudah diingat. Sertakan kata kunci bisnis Anda pada bio deskripsi sebagai positioning bisnis Anda. Anda bisa menambahkan tautan situs website bisnis Anda jika Anda memilikinya. Ini dapat meningkatkan kepercayaan dan memonitor target audiens yang tertarik dengan bisnis Anda. Gunakan Keyword Lokal Untuk bisnis lokal, kata kunci lokasi memiliki peran besar agar Anda dapat ditemukan. Anda bisa mencantumkan lokasi sebagai kata kunci lokal agar bisnis Anda lebih mudah ditemukan di area tertentu. Optimasi Konten dengan Pemberian Kata Kunci Masukkan kata kunci secara natural pada: Caption Subtitle video Teks dalam isi konten Alt text (teks alternatif) Strategi ini membantu algoritma memahami isi konten Anda. Tingkatkan Engagement Konten Ajak audiens untuk berinteraksi dengan konten Anda, seperti komentar, save dan share. Anda bisa mengupload konten gambar maupun video dengan kualitas yang tinggi agar target audiens tertarik untuk melakukan interaksi. Tingkat interaksi yang tinggi dapat mengoptimalkan distribusi konten secara organik. Berikan hashtag yang relevan pada caption Hashtag atau tagar membantu mengkategorikan konten Anda. Anda bisa menggunakan kombinasi: hashtag niche hashtag lokasi hashtag industri Pemberian hastag pada caption bertujuan agar konten dapat menjangkau audiens yang tepat. Pentingnya SEO Media Sosial untuk Bisnis Lokal SEO Media Sosial menjadi strategi digital marketing yang bisa dimanfaatkan oleh bisnis lokal. Hal ini dipengaruhi oleh perilaku konsumen yang lebih banyak mencari brand, produk, ataupun bisnis melalui media sosial, terlebih oleh Generasi Z. SEO Media Sosial: Cara Agar Ditemukan di Instagram dan TikTok. Mengapa SEO media sosial penting dilakukan pada bisnis Anda? Karena SEO Media Sosial sangat penting bagi bisnis untuk: Menjangkau Target Audiens yang Relevan Meningkatkan Visibilitas Brand Membangun Kepercayaan Brand Dengan melakukan optimasi konten Instagram dan TikTok, bisnis lokal memiliki peluang besar untuk dapat terlihat di hasil pencarian. Tidak heran jika banyak layanan Social Media Marketing Surabaya mulai mengintegrasikan strategi SEO media sosial dalam pengelolaan konten bisnis. Strategi media sosial saat ini membutuhkan optimasi yang tepat agar bisnis dapat muncul di pencarian dan menjangkau audiens yang relevan.  Daripada Anda susah memikirkan langkah-langkah optimasi konten untuk bisnis Anda, serahkan saja strategi sosial media marketing Anda kepada Priorads. Priorads sebagai penyedia jasa digital marketing Surabaya akan membantu mengoptimasi konten media sosial dengan strategi Social Media Marketing yang tepat sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. KLIK DISINI UNTUK INFORMASI JASA DIGITAL MARKETING KAMI SEO Media Sosial, Sosial Media Marketing Surabaya, kenapa konten tidak muncul, cara agar bisnis ditemukan di Instagram dan TikTok, optimasi konten media sosial, optimasi akun Instagram dan TikTok, 

SEO Media Sosial: Cara Agar Ditemukan di Instagram dan TikTok Read More »

Pelajaran Marketing B2B dari Viralnya Aldi’s Burger di Media Sosial

Pelajaran Marketing B2B dari Viralnya Aldi’s Burger di Media Sosial

Jasa Digital Marketing Surabaya – Dalam beberapa bulan terakhir, Aldi’s Burger menjadi salah satu brand FnB yang paling sering dibicarakan di media sosial. Bisnis milik selebritas Indonesia, Aldi Taher, ini memang belum lama berdiri, tetapi sudah berhasil menarik perhatian netizen di media sosial. Menariknya, popularitas tersebut tidak dibangun melalui iklan besar-besaran, tetapi lewat pendekatan komunikasi yang repetitif, unik dan sangat dekat dengan gaya komunikasi ala media sosial saat ini. Bagi pelaku bisnis B2B, mengerti bagaimana perbedaan marketing B2B dan B2C dalam pendekatan kepada target audiensnya. Namun, fenomena Aldi’s Burger bisa menjadi contoh menarik bagaimana strategi digital marketing dapat membangun brand recall secara organik. Walau dengan pendekatan B2C, ada strategi digital marketing yang sangat relevan disesuaikan dengan marketing B2B. Mulai dari membangun kesadaran merek, membangun kepercayaan, dan menciptakan percakapan organik di pasar yang kompetitif.  Artikel ini akan membahas bagaimana strategi digital marketing Aldi’s Burger dapat menjadi viral hingga strategi yang perlu dipelajari oleh B2B. Kenapa Aldi’s Burger Bisa Viral? Bagi yang belum tahu, Aldi’s Burger merupakan bisnis FnB burger yang baru dibuka pada 23 Januari 2026 di Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Dalam hitungan minggu, kedai burger yang dimiliki Aldi Taher ini telah viral di media sosial. Tanpa strategi yang besar, tanpa budget ratusan juta untuk promosi, bisnis ini mendapat atensi besar dan berhasil menjual ratusan burger tiap hari. Lalu strategi digital marketing apa yang membuat Aldi’s Burger viral di media sosial?  Konsistensi Pesan dan Kekuatan Brand Recall Di awal kemunculannya, Aldi Taher konsisten menyebarkan satu kalimat promosi yang unik di berbagai platform media sosial, terutama X (Twitter) dan Threads. “Aldi’s Burger Cempaka Putih Rotinya Lembut Dagingnya Juicy Lucy Mahalini Rizky Febian Bisa Pesan Online” Kalimat tersebut tidak hanya muncul di postingannya sendiri, tetapi juga di kolom komentar berbagai akun lain. Karena terus diulang dengan konsisten, audiens yang awalnya tidak mengenal Aldi’s Burger mulai penasaran dan ikut membahas brand tersebut di media sosial. Menariknya, jargon yang absurd dan tidak biasa itu justru menjadi kekuatan utama dalam membangun brand recall untuk Aldi’s Burger. Audiens pun dengan sukarela ikut menyebarkan kalimat tersebut hingga Aldi’s Burger berhasil mendapatkan konten UGC secara organik tanpa harus mengeluarkan biaya promosi besar. Personal Branding Nyeleneh Aldi Taher Aldi Taher yang merupakan publik figur yang memanfaatkan popularitasnya dengan baik pada bisnisnya. Persona yang dibagun untuk bisnisnya sendiri pun mirip dengan persona pribadi yang saat ini menempel dibenak netizen, spontan, humoris, dan tidak terduga. Saat  Aldi mempromosikan burgernya dengan gaya yang sama persis seperti karakternya sehari-hari, promosi yang dilakukan menjadi terasa otentik dan bukan dibuat-buat. Audiens akhirnya tidak melihat itu sebagai iklan, tetapi sebagai ekspresi natural dari seorang Aldi Taher.  Dari Marketing ke Kualitas Produk Strategi digital marketing yang cuman berfokus pada viralitas tanpa mengarah ke pembelian itu hanyalah popularitas tanpa hasil. Di tengah tren bisnis kuliner artis yang kerap identik dengan harga mahal, Aldi’s Burger hadir dengan harga yang terjangkau, mulai dari Rp24.000 untuk ukuran reguler. Harga yang terjangkau dapat mengubah rasa penasaran yang terbangun di media sosial menjadi keberanian untuk mencoba. Namun, harga terjangkau saja tidak cukup. Yang membuat Aldi’s Burger terkenal bukan hanya viralitasnya, melainkan kualitas produknya. Ketika produknya terbukti enak berdasarkan review organik dari food vlogger dan pembeli, pembelian ulang dan rekomendasi lewat media sosial pun terbentuk dengan sendirinya. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan marketing bukan hanya soal harga murah, tetapi juga tentang konsistensi antara janji marketing dan kualitas produk. Digital marketing bisa mendatangkan orang pertama kali, tapi produk yang baik yang membuat mereka kembali. Pelajaran Marketing Aldi’s Burger untuk Perusahaan B2B Setelah memahami bagaimana Aldi’s Burger membangun viralitasnya, pertanyaan selanjutnya adalah apa yang bisa bisnis B2B pelajari dari ini semua? Meski konteksnya berbeda antara marketing B2B dan marketing B2C yang dilakukan oleh Aldi’s Burger, prinsip-prinsip di balik strategi digital marketing Aldi’s Burger tetap relevan dan bisa diadaptasi. Konsistensi Pesan di Semua Touchpoint  Salah satu alasan Aldi’s Burger cepat dikenal adalah konsistensi Aldi dalam mengulang pesan yang sama di berbagai platform. Satu pesan diulang secara konsisten di berbagai platform hingga sulit diabaikan oleh audiens. Dalam marketing, repetisi membantu membangun brand recall sehingga audiens lebih mudah mengingat brand ketika membutuhkan produk atau layanan tertentu. Strategi digital marketing ini sangat relevan untuk digunakan oleh B2B. Dalam B2B, siklus keputusan pembelian bisa memakan waktu yang panjang. Selama periode itu, calon klien akan terpapar pada berbagai sumber informasi. Jika pesan yang dibangun tidak konsisten di semua touchpoint, calon klien akan bingung dan kehilangan kepercayaan. Maka dari itu, lakukan hal berikut :  Gunakan value proposition yang konsisten di semua touchpoint Samakan tone of voice di seluruh channel marketing Pastikan pesan utama brand mudah diingat audiens Bangun Percakapan, Bukan Sekadar Jualan Salah satu alasan Aldi’s Burger cepat viral adalah karena cara promosinya tidak terasa seperti hard selling. Aldi Taher masuk ke percakapan media sosial dengan gaya yang menghibur, memancing rasa penasaran, dan membuat audiens terlibat secara organik. Pendekatan ini membuat orang tertarik mengenal brand tanpa merasa sedang dijuali. Dalam digital marketing B2B, strategi seperti ini juga semakin relevan. Buyer B2B modern cenderung melakukan riset sendiri sebelum menghubungi vendor. Karena itu, bisnis dapat mulai membangun kepercayaan dengan aktif terlibat di forum industri, LinkedIn, atau komunitas profesional melalui percakapan yang bernilai, bukan hanya promosi produk atau layanan semata. Ketika konsisten hadir sebagai pihak yang berguna, calon klien akan datang dengan sendirinya.  Gunakan Figur Pendiri untuk Membangun Persona Brand Salah satu kekuatan Aldi’s Burger terletak pada figur Aldi Taher yang menjadi wajah utama dari brand tersebut. Personal branding Aldi yang spontan dan humoris membuat audiens lebih mudah mengingat brand-nya. Dalam digital marketing, pendekatan ini membantu brand terasa lebih dekat, lebih autentik, dan tidak berkomunikasi satu arah. Strategi ini juga relevan untuk bisnis B2B dimana target buyer lebih mudah percaya kepada manusia dibanding sekadar logo perusahaan. Oleh karena itu, menampilkan founder, direktur, atau staff ahli dalam konten dapat membantu membangun persona brand yang lebih relatable sekaligus meningkatkan kepercayaan audiens terhadap bisnis Anda. Kesimpulan Fenomena Aldi’s Burger menunjukkan bahwa strategi digital marketing tidak selalu harus bergantung pada budget yang besar untuk melakukan promosi. Konsistensi pesan, personal branding, hingga kemampuan membangun percakapan organik dapat membantu meningkatkan brand awareness

Pelajaran Marketing B2B dari Viralnya Aldi’s Burger di Media Sosial Read More »

Jangan Salah Strategi! Ini Bedanya Pemasaran B2B dan B2C

Jangan Salah Strategi! Ini Bedanya Pemasaran B2B dan B2C

Jasa Digital Marketing – Banyak bisnis merasa telah melakukan strategi digital marketing tetapi hasilnya tidak maksimal. Masalahnya bukan karena produknya yang kurang bagus, melainkan strategi pemasaran yang dilakukan tidak sesuai dengan model bisnisnya. Model bisnis pada dasarnya ada dua jenis, yaitu B2B dan B2C. Salah satu kesalahan paling umum di dunia bisnis adalah kurang memahami tentang perbedaan antara pemasaran B2B dan B2C. Jika bisnis Anda menerapkan model B2B, maka strategi pemasaran yang perlu dilakukan akan berbeda dengan strategi pemasaran B2C. Bila strategi digital marketing yang digunakan tidak tepat, pesan yang ingin disampaikan tidak akan mencapai tujuan dan terlewat begitu saja. Agar Anda tidak salah langkah menentukan strategi digital marketing pada bisnis Anda, pahami terlebih dahulu perbedaan pemasaran B2B dan B2C. Apa Itu Pemasaran B2B dan Pemasaran B2C? Setiap bisnis pasti memiliki target pasar yang berbeda-beda. Pemasaran yang dilakukan juga akan berbeda pada masing-masing target marketnya. Maka dari itu, Anda perlu memahami terlebih dahulu apa itu pemasaran B2B dan B2C. Pemasaran B2B Pemasaran B2B atau Business to Business merupakan aktivitas pemasaran yang dilakukan pada bisnis yang menjual barang atau jasa kepada bisnis atau perusahaan lain. Ciri-ciri pemasaran ini terletak pada siklus penjualannya yang lebih panjang dan lama hingga menjadi pelanggan. Selain itu pemasaran ini juga bergantung pada hubungan dan kredibilitas antarperusahaan dalam setiap strategi digital marketing yang akan dijalankan. Contoh Bisnis yang menggunakan pemasaran B2B adalah bisnis manufaktur bahan baku, bisnis jasa digital marketing, perusahaan SaaS dan lainnya Pemasaran B2C Pemasaran B2C atau Business to Consumer merupakan aktivitas pemasaran yang dijalankan pada bisnis yang menjual produk atau jasa kepada konsumen akhir. Berbeda dengan pemasaran B2B yang melibatkan interaksi antarperusahaan, pemasaran B2C memungkinkan pelaku usaha untuk terhubung langsung dengan pelanggan secara personal. Contoh bisnis yang bisa menerapkan pemasaran B2C adalah bisnis retail, bisnis kuliner, bisnis fashion dan lainnya Apa Perbedaan Pemasaran B2B dan B2C? Untuk memberi gambaran yang lebih jelas, berikut tabel untuk mempermudah memahami apa perbedaan pemasaran B2B dan B2C. Dari tabel diatas, terlihat bahwa perbedaan pemasaran B2B dan B2C tidak hanya terletak dari target audiensnya, tetapi juga bagaimana cara penyampaian pesan dan membangun hubungan dengan pelanggan. Apa Perbedaan Strategi Pemasaran B2B dan B2C Dalam Digital Marketing? Digital marketing merupakan pemasaran menggunakan media digital. Dalam dunia digital marketing, ada banyak strategi yang bisa dimanfaatkan oleh berbagai lini bisnis. Namun, beberapa strategi digital marketing hanya cocok untuk B2B atau B2C saja. Dibawah ini merupakan elemen perbedaan antara strategi digital marketing B2B dan B2C. Channel / Media B2B cenderung berfokus pada media yang mendukung informasi mendalam dan juga profesional. Untuk menyampaikan informasi tersebut, media yang cocok digunakan untuk B2B adalah : SEO (Search Engine Optimization) Linkedin Email Website & Blog Sedangkan untuk B2C cenderung lebih fokus pada visual dan engagement atau interaksi yang cepat dengan pelanggannya. Media yang cocok digunakan untuk berinteraksi dengan pelanggan adalah : Media Sosial Marketplace Live Shopping Walau sering dikaitkan dengan B2C, media sosial tetap berperan penting dalam membangun citra merek B2B. Pastikan untuk memilih platform yang relevan dengan target buyer agar interaksi yang dibangun berhasil menciptakan kepercayaan antarperusahaan. Jenis Konten Dalam pemasaran B2B, konten yang efektif harus membangun kredibilitas melalui data dan insight. Jenis konten yang efektif digunakan untuk marketing B2B adalah : Artikel edukatif Case study Webinar Video Panjang Pada pemasaran B2C, konten yang efektif bersifat ringan, visual, dan emosional. Jenis konten yang cocok untuk strategi digital marketing B2C, yaitu : Video Pendek Konten Hiburan Promo Storytelling Gaya Komunikasi Strategi Digital Marketing B2B cenderung menggunakan gaya komunikasi yang lebih formal, profesional, dan langsung pada inti permasalahan. Sebaliknya, B2C menggunakan gaya komunikasi yang lebih santai, relate-able, dan persuasif. Sering banyak ditemui gaya komunikasi yang digunakan untuk B2B maupun B2C menggunakan tone yang tidak sesuai. Terkadang terlalu santai untuk B2B atau terlalu kaku untuk B2C yang membuat pesan tidak relate dengan audiens.  Funnel Marketing Pada B2B, funnel marketing yang sering dipakai adalah Awareness – Interest – Consideration – Decision – Action. Tiap prosesnya bisa memakan waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan hingga menjadi pelanggan Anda, bahkan bisa saja bocor. Oleh karena itu, strategi seperti SEO, email marketing, dan remarketing sangat penting dilakukan pada pemasaran B2B. Sebaliknya, funnel marketing B2C seringkali lebih singkat dan sering melompati beberapa funnel. Dalam banyak kasus, audiens akan langsung berpindah dari funnel awareness ke purchase dalam waktu yang cepat. Hal ini yang menyebabkan strategi seperti flash sale, limited offer, dan iklan dengan CTA kuat sangat efektif di B2C. Mana yang Lebih Efektif untuk Bisnis Anda? Strategi marketing yang efektif bergantung pada siapa target pasar yang Anda tuju. Bila Anda menjual barang atau jasa Anda ke perusahaan, Anda bisa melakukan strategi pemasaran B2B. Begitu pula kalau Anda menjual ke individu, gunakan pendekatan strategi pemasaran B2C. Jika menargetkan keduanya, Anda dapat menggunakan strategi hybrid (B2B2C) yang bisa menggabungkan strategi pemasaran B2B dan B2C pada strategi Anda. Kesimpulan Mengetahui perbedaan pemasaran B2B dan B2C adalah langkah awal untuk merancang strategi digital marketing yang cocok untuk bisnis Anda. Dimulai dengan memahami cara berpikir audiens, jenis konten, channel yang digunakan, hingga proses pengambilan keputusan. Faktor tersebut yang menjadi dasar strategi pemasaran yang seperti apa yang bisa Anda lakukan. Bila salah dalam memahami perbedaan B2B dan B2C akan menyebabkan strategi marketing Anda menjadi tidak optimal dan boncos.Sebaliknya, dengan strategi yang tepat dan didukung oleh digital marketing, bisnis Anda dapat menjangkau audiens yang tepat, membangun kepercayaan dan dapat meningkatkan konversi secara signifikan. PriorAds memahami bahwa setiap bisnis memiliki kebutuhan dan tantangan yang berbeda-beda. Sebagai penyedia jasa digital marketing yang profesional, PriorAds hadir untuk membantu Anda merancang strategi digital marketing yang tepat mulai dari SEO, ads, hingga funnel yang dirancang khusus untuk B2B maupun B2C. KLIK DISINI UNTUK INFORMASI JASA DIGITAL MARKETING KAMI Perbedaan Pemasaran B2B dan B2C, Pemasaran B2B adalah, Pemasaran B2C adalah, Strategi Pemasaran B2B dan B2C, Strategi Digital Marketing, Strategi Digital Marketing B2B dan B2C, Jasa Digital Marketing

Jangan Salah Strategi! Ini Bedanya Pemasaran B2B dan B2C Read More »

Scroll to Top